33. AL HALIM (Dzat Yang Maha Penyantun) Barang siapa yang bersyukur kepada Allah Ta'ala, maka Allah Ta'ala akan menambah nikmat-Nya. Akan tetapi barang siapa yang kufur kepada Allah Ta'ala, maka Allah Ta'ala tidak langsung mengazabnya. Dengan kata lain apabila manusia melakukan dosa dan kesalahan, Allah Ta'ala tidak langsung menghukumnya, tetapi Allah Ta’ala akan memberikan tenggang waktu (kesempatan), memberikan bimbingan dan memberikan peringatan-peringatan agar hambanya mau bertaubat dan kembali kejalan yang lurus. Bahkan Fir’aun saja yang jelas-jelas mengatakan bahwa dirinya Tuhan dan banyak sekali melakukan kedurhakaan, masih diberi peringatan dan kesempatan untuk bertaubat. Dan Allah Ta'ala mengutus Nabi-Nya yaitu Musa dan Harun untuk memberikan peringatan kepadanya dengan lemah lembut. Sesuai surat Thaahaa (20) : 42 – 44 42. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku. 43. Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun. Sesungguhnya dia telah melampaui batas. 44. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan ia ingat atau takut". Apabila Allah Ta’ala telah membimbing dan memberikan peringatan-peringatan sampai berulang-ulang kali, tetapi sang hamba masih tetap tidak mau bertaubat dan kembali kejalan yang lurus, barulah Allah Ta’ala akan menurunkan azabNya. Akan tetapi banyak sekali manusia yang tidak tahu diri dan tidak mau bertaubat, justru bertambah banyak melakukan kesalahan dan dosa. Padahal andaikata Allah langsung menghukum, niscaya tidak tersisa binatang melatapun dimuka bumi. Sesuai dengan surat Faathir (35) : 45 45. Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun. Akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; Maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. Akan tetapi sebelum Allah menurunkan siksaNya, terlebih dahulu dan berulang kali Allah memberikan kesempatan-kesempatan serta peringatan-peringatan. Jika manusia masih tetap dalam keingkarannya, maka Adh Dhor Allah akan berlaku dan apabila masih tetap dalam kekafirannya, maka ia akan memperoleh siksa diakhirat (Al Muntaqim). Apabila seorang hamba selalu mengkufuri pemberian-pemberian Allah, maka Dia tidak langsung menghukumnya melainkan dibimbing terlebih dahulu dan diberi peringatan agar sang hamba mau kembali kejalan yang lurus. Oleh sebab itu apabila kita mendapatkan peringatan seharusnya bersyukur. Karena sebetulnya sangat wajar sekali orang-orang seperti kita ini yang selalu mengkufuri nikmat-nikmat yang Allah berikan langsung diazab. Ibaratnya orang tua yang memberikan uang kepada anaknya untuk membeli buku. Akan tetapi oleh si anak dipakai untuk membeli mainan. Tentunya sebagai orang tua akan marah melihat anaknya seperti ini. Akan tetapi orang tua marah bukan karena benci melainkan karena kasih dan sayangnya. Hal ini sama seperti kita yang diberi karunia oleh Allah tetapi kita pakai untuk mendurhakaiNya. Maka Allah pun akan marah sehingga memberi kita peringatan-peringatan. Akan tetapi tujuan Allah agar kita selamat nanti diakhirat. Apabila peringatan-peringatan tersebut kita abaikan sehingga tidak membuat kita kembali kejalan yang lurus, dan hal itu kita lakukan berulang-ulang kali maka Allah akan membuka semua pintu-pintu kesenangan (harta istijroj) sampai batas tertentu. Lalu Allah akan mengazab dengan sekonyong-konyong. Sesuai Surat Al An'aam (6) : 44 44. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Kebanyakan manusia apabila menerima peringatan tidak mau mengakui Al HalimNya Allah. Padahal andaikata seseorang berdosa langsung diazab niscaya tidak tersisa satu binatangpun dimuka bumi ini. Dan kebanyakan manusia mau berbuat salah (dosa) tetapi tidak mau menerima peringatan (hukuman). A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak peringatan-peringatan Allah Ta’ala yang kita manfaatkan untuk kembali kepadaNya, dan berapa banyak peringatan-peringatan Allah Ta’ala yang kita abaikan? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang selalu menyadari kemurahan-Mu, yaitu apabila kami berdosa tidak langsung Engkau balas, melainkan Engkau tunda sampai kami mau bertaubat kepada-Mu. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang yang beriman sangat yakin dengan penyantun-Nya Allah Ta'ala. Bahwa Allah Ta'ala tidak langsung menghukum hamba-hambaNya yang melakukan dosa, akan tetapi Dia memberi kesempatan, bimbingan dan peringatan agar hambaNya bertaubat dan kembali kejalan yang lurus. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah Ta'ala untuk bertaubat. Kesempatan inilah yang selalu dia manfaatkan, karena dia sangat khawatir apabila tidak bertaubat, maka azab akan turun atau ajalnya telah sampai sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat. Orang-orang yang bertaqwa tidak menunggu sampai Allah Ta'ala memberikan peringatan. Sehingga apabila berdosa dia segera bertaubat dan memperbaiki diri. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami apabila Engkau beri peringatan bersegera untuk bertaubat kepada Engkau. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila dia telah memanfaatkan kesempatan dan peringatan yang Allah Ta'ala berikan untuk bertaubat dan kembali kejalan yang lurus, maka dia akan berserah diri kepada Allah Ta'ala. Dan dia betul-betul menyadari bahwa taubat yang dia lakukan belum bisa sempurna, walaupun sudah berupaya dengan maksimal. Oleh sebab itu dia berserah diri kepada Allah Ta'ala, apakah Allah Ta'ala akan memberikan peringatan lagi atau tidak. Dan apabila dia terlakukan dosa lagi, maka dia sangat berharap agar kiranya Allah Ta'ala memberikan peringatan kepadanya. Sehingga dia tidak berlarut-larut didalam dosa. G. Sikap Orang Mukhlis Apabila dia masih menerima peringatan dari Allah Ta'ala akibat dosa dan kesalahan yang dia lakukan, maka peringatan tersebut dia terima dengan ikhlas dan sangat bersyukur. Kemudian peringatan tersebut dia manfaatkan untuk bertaubat dan kembali kejalan yang lurus. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Halim Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia akan bijaksana sekali dalam melakukan sesuatu. Maksudnya adalah, apabila ada orang yang bersalah maka akan ia nasehati dan ia datangi agar orang tersebut sadar dan bertaubat. Apabila tidak bisa, maka akan ia peringatkan. I. Contoh Do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Halim Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk memperingatkan orang-orang yang bersalah agar orang tersebut menjadi sadar lalu bertaubat kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya kesempatan yang Engkau berikan tersebut adalah karena kesantunan-Mu, sehingga manusia dapat mengetahui bahwa sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Penyantun yang tidak pernah menghukum secara langsung orang-orang yang melakukan kesalahan, akan tetapi memberikan waktu agar manusia dapat bertaubat.